Bible Study

Studi Alkitab · Matius 18:21–35; Efesus 4:32; Kolose 3:13

Pengampunan yang Merdekakan

Membebaskan bukan karena luka kecil, melainkan karena hutang besar telah dihapuskan

Pengampunan · Kasih karunia · Pembebasan

Baca Kitab

Matius 18:21–35; Efesus 4:32; Kolose 3:13

Ayat Kunci: Efesus 4:32

Baca bagian ini di Alkitabmu sebelum melanjutkan.

Pendahuluan

Pengampunan adalah salah satu hal yang paling sulit sekaligus paling membebaskan. Alkitab tidak meremehkan luka, tetapi meminta kita mengampuni — bukan karena kesalahan itu kecil, melainkan karena kita sendiri telah diampuni jauh lebih besar dari yang dapat kita hitung.

Konteks

Petrus bertanya kepada Yesus: berapa kali aku harus mengampuni saudara yang berdosa terhadapku? Sampai tujuh kali? Yesus menjawab dengan perumpamaan seorang hamba yang berhutang sepuluh ribu talenta — jumlah yang mustahil dilunasi seumur hidup. Raja itu menghapuskan seluruhnya karena kasih. Tetapi hamba yang sama menemui seorang teman yang berhutang seratus dinar kepadanya, dan menangis lehernya menuntut dibayar.

Pengajaran

Hutang yang terlalu besar untuk dilunasi

Perbedaan antara sepuluh ribu talenta dan seratus dinar bukan sekadar angka — Yesus memperlihatkan jurangnya. Apa yang Tuhan hapuskan dari kita tidak terhingga; apa yang sesama pernah hutangkan kepada kita, sekalipun menyakitkan, sangat kecil dibanding dengan kasih karunia yang sudah kita terima.

Bukan berarti luka kita tidak nyata. Tetapi ketika kita mengingat berapa banyak yang telah diampuni bagi kita, hati yang tadinya terkulat mulai longgar.

Mengampuni adalah keputusan, bukan perasaan

Mengampuni bukan berarti perasaan sakit hilang seketika, dan bukan berarti hubungan langsung pulih tanpa pertobatan dan waktu. Mengampuni adalah keputusan untuk melepaskan hak menuntut, dan menyerahkan keadilan kepada Allah yang adil.

Kita tidak menunggu sampai "merasa siap" untuk mengampuni — sebab perasaan tidak akan pernah siap. Kita mengampuni karena kita sendiri telah diampuni, dan membiarkan kasih karunia itu mengalir.

Merdeka untuk hidup

Ketidakmauan mengampuni mengikat kita pada luka yang sama, berulang-ulang. Pengampunan membebaskan — bukan terutama orang yang menyakitkan kita, melainkan diri kita sendiri. Ia membuka tangan yang terkepal, agar dapat menerima apa yang Allah sedang berikan hari ini.

Mengampuni seperti Kristus mengampuni kita berarti memilih untuk tidak membalas, melainkan menyerahkan kepada Allah yang berhak membalas — dan mempercayakan diri kepada Dia yang adil.

Renungan

Pertanyaan untuk Dirrenungkan
  • 1.

    Siapakah orang yang paling sulit aku ampuni, dan mengapa?

  • 2.

    Apakah aku sungguh-sungguh telah merenungkan berapa banyak yang telah diampuni bagiku?

  • 3.

    Apa yang akan berubah dalam hidupku jika aku melepaskan satu kepedihan yang lama aku pegang?

Penerapan

Sebutkan satu nama di hatimu yang sulit diampuni. Hari ini, ambil keputusan untuk melepaskan hak menuntut kepadanya — dan serahkan keadilan kepada Allah. Jika perlu, mintalah hikmat tentang langkah selanjutnya.

Doa

Bapa, ajarlah aku mengampuni seperti Engkau telah mengampuni aku. Bantu aku melepaskan kepedihan yang lama kubawa, dan bebaskan hatiku agar dapat mencintai kembali. Ingatkan aku akan kasih karunia yang telah menghapus segala hutangku. Dalam nama Yesus, amin.