Daftar IsiELIONA
··

Bagian II — MEMBANGUN KAPASITAS

Bab 6

JANGAN KUBUR APA YANG TUHAN BERIKAN

Potensi, Produktivitas, dan Prinsip Pelipatgandaan

“Sebab itu hendaklah setiap orang yang mempunyai talenta, mengusahakannya...”
Matius 25:16

6.1 Tuhan Tidak Memberikan Talenta untuk Dikubur

Dalam Matius 25:14–30, Yesus menceritakan tentang seorang tuan yang pergi ke luar negeri dan mempercayakan hartanya kepada tiga hambanya.

Dalam konteks Matius 25, "talenta" adalah satuan nilai atau uang dalam perumpamaan tersebut. Dalam bahasa modern, kata "talenta" sering berarti bakat atau kemampuan; penerapan kepada keterampilan, pendidikan, modal, kesempatan, dan kemampuan adalah pengembangan prinsip penatalayanan dari narasi, bukan arti literal kata "talenta".

Kepada yang pertama ia memberikan lima talenta.

Kepada yang kedua dua talenta.

Kepada yang ketiga satu talenta.

Jumlahnya berbeda.

Tetapi ada satu hal yang sama:

Mereka semua menerima sesuatu.

Dalam kehidupan nyata, kita juga dapat memiliki sesuatu yang dapat dikembangkan, tetapi bentuk, kesempatan, dan hasilnya berbeda-beda bagi setiap orang.

Tidak semua orang menerima kemampuan, kesempatan, modal, lingkungan, pendidikan, atau sumber daya yang sama.

Tetapi hampir setiap orang memiliki sesuatu yang dapat dikembangkan.

Dan pertanyaannya bukan:

"Mengapa saya tidak memiliki apa yang dimiliki orang lain?"

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

6.2 Tuhan Tidak Membandingkan Kita dengan Orang Lain

Salah satu jebakan terbesar dalam perjalanan menuju pertumbuhan adalah perbandingan.

Kita melihat seseorang memiliki bisnis yang besar.

Kita melihat orang lain memiliki pendidikan yang lebih tinggi.

Kita melihat orang lain memiliki modal.

Kita melihat seseorang sudah sukses di usia muda.

Kemudian kita merasa tertinggal.

Tetapi perumpamaan talenta mengingatkan kita bahwa jumlah yang dipercayakan tidak sama.

Yang berbeda adalah jumlahnya.

Namun tanggung jawabnya tetap ada:

Kelola apa yang telah diberikan kepadamu.

Lima talenta tidak boleh membuat seseorang sombong.

Satu talenta tidak boleh membuat seseorang menyerah.

Sebab yang menjadi masalah dalam perumpamaan itu bukan bahwa hamba ketiga menerima lebih sedikit.

Masalahnya adalah:

Ia tidak melakukan apa-apa dengan apa yang telah dipercayakan kepadanya.

6.3 Potensi Bukan Hasil Akhir

Potensi adalah sesuatu yang mungkin berkembang, tetapi belum tentu berkembang.

Seseorang dapat memiliki suara yang bagus tetapi tidak pernah belajar bernyanyi.

Seseorang dapat memiliki ide bisnis yang bagus tetapi tidak pernah memulainya.

Seseorang dapat memiliki kemampuan matematika tetapi tidak pernah mengembangkannya.

Seseorang dapat memiliki kreativitas tetapi takut menunjukkan hasil karyanya.

Seseorang dapat memiliki kemampuan memimpin tetapi tidak pernah belajar bertanggung jawab.

Potensi membutuhkan tindakan.

Apa yang tidak dikembangkan tidak akan menghasilkan kapasitas maksimalnya.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

"Apa yang Tuhan berikan kepadaku?"

Tanyakan juga:

"Apa yang sedang aku lakukan dengan apa yang Tuhan berikan?"

6.4 Pelipatgandaan Membutuhkan Tindakan

Dua hamba dalam perumpamaan tersebut tidak sekadar menerima talenta.

Mereka mengusahakannya.

Hasilnya, apa yang dipercayakan kepada mereka bertambah.

Prinsip ini tidak boleh dipahami sebagai janji bahwa setiap usaha manusia pasti menghasilkan keuntungan finansial.

Namun perumpamaan tersebut memberikan prinsip penatalayanan yang sangat jelas:

Sumber daya yang dipercayakan kepada kita seharusnya dikelola secara aktif dan bertanggung jawab.

Kita tidak dipanggil untuk pasif.

Kita dipanggil untuk bertindak.

Belajar.

Membangun.

Menciptakan.

Mengembangkan.

Mengelola.

6.5 Pelipatgandaan Dimulai dari Hal Kecil

Pelipatgandaan tidak selalu terlihat spektakuler pada awalnya.

Satu keterampilan yang dipelajari setiap hari.

Satu buku yang dibaca.

Satu pelanggan pertama.

Satu produk pertama.

Satu investasi yang dipahami dengan baik.

Satu kebiasaan finansial yang diperbaiki.

Satu jam yang digunakan secara produktif.

Hal-hal kecil tersebut dapat menjadi fondasi bagi sesuatu yang lebih besar.

Inilah mengapa kita tidak boleh meremehkan permulaan kecil.

Pertumbuhan besar sering kali dimulai dari kesetiaan terhadap sesuatu yang kecil.

6.6 Jangan Hanya Bekerja Lebih Keras—Belajarlah Menjadi Lebih Baik

Kerja keras penting.

Tetapi kerja keras saja tidak selalu cukup.

Kita juga membutuhkan hikmat dan peningkatan kapasitas.

Bayangkan seseorang terus melakukan pekerjaan yang sama selama sepuluh tahun tetapi tidak pernah meningkatkan keterampilannya.

Ia memang bekerja.

Tetapi kapasitasnya mungkin tidak bertumbuh secara signifikan.

Sebaliknya, seseorang yang terus belajar dapat menemukan cara untuk:

bekerja lebih efektif,

menyelesaikan masalah dengan lebih baik,

meningkatkan kualitas,

menghemat waktu,

menciptakan produk baru,

melayani lebih banyak orang,

dan menghasilkan nilai yang lebih besar.

Karena itu:

Jangan hanya menambah jam kerja. Tambahkan juga kapasitas.

6.7 Produktivitas Bukan Kesibukan

Kita hidup dalam budaya yang sering menganggap sibuk berarti produktif.

Padahal keduanya tidak sama.

Seseorang dapat sibuk sepanjang hari tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang penting.

Produktivitas berarti menggunakan sumber daya yang kita miliki dengan bijaksana untuk menghasilkan hasil yang bernilai.

Waktu adalah sumber daya.

Energi adalah sumber daya.

Uang adalah sumber daya.

Pengetahuan adalah sumber daya.

Perhatian adalah sumber daya.

Kemampuan adalah sumber daya.

Karena itu, salah satu pertanyaan penting dalam kehidupan adalah:

"Ke mana saya mengarahkan sumber daya yang Tuhan percayakan kepada saya?"

6.8 Kekayaan Dapat Bertumbuh melalui Pengelolaan

Sebuah benih kecil dapat menghasilkan pohon.

Tetapi benih harus ditanam.

Sebuah ide dapat menjadi bisnis.

Tetapi ide harus dikerjakan.

Uang dapat menjadi modal.

Tetapi modal harus dikelola.

Pengetahuan dapat menjadi keahlian.

Tetapi harus dipelajari dan dilatih.

Kemampuan dapat menjadi profesi.

Tetapi harus dikembangkan.

Dengan kata lain:

Apa yang kita miliki dapat memiliki potensi untuk menghasilkan lebih banyak ketika dikelola dengan benar.

Inilah prinsip pelipatgandaan.

Bukan mengejar keuntungan dengan cara apa pun.

Bukan spekulasi tanpa hikmat.

Tetapi mengembangkan apa yang dipercayakan dengan tanggung jawab.

6.9 Jangan Mengubur Karena Takut

Hamba yang menerima satu talenta berkata bahwa ia takut.

Ketakutannya membuatnya memilih untuk menyembunyikan apa yang dipercayakan kepadanya.

Ini adalah pelajaran yang sangat relevan.

Ada orang yang tidak pernah memulai karena takut gagal.

Takut dikritik.

Takut kehilangan uang.

Takut terlihat bodoh.

Takut hasilnya tidak sempurna.

Takut dibandingkan.

Akibatnya, sesuatu yang sebenarnya memiliki potensi tidak pernah dikembangkan.

Tentu, keberanian tidak berarti bertindak sembrono.

Kita tetap membutuhkan perencanaan, nasihat, perhitungan risiko, dan hikmat.

Tetapi:

Ketakutan tidak boleh menjadi alasan untuk mengubur potensi.

6.10 Tuhan Tidak Meminta Kita Menjadi Orang Lain

Lima talenta bukan dua talenta.

Dua bukan satu.

Demikian pula hidup kita tidak harus terlihat seperti hidup orang lain.

Mungkin Tuhan memberikan kepadamu kemampuan yang berbeda.

Jalan yang berbeda.

Kecepatan yang berbeda.

Kesempatan yang berbeda.

Panggilan yang berbeda.

Karena itu, berhentilah menghabiskan seluruh energimu untuk membandingkan apa yang ada di tanganmu dengan apa yang ada di tangan orang lain.

Lebih baik bertanya:

"Bagaimana aku dapat mengembangkan apa yang ada di tanganku sebaik mungkin?"

Itulah fokus yang produktif.

6.11 Pelipatgandaan Membutuhkan Kesabaran

Kita hidup dalam zaman yang menginginkan hasil instan.

Cepat kaya.

Cepat sukses.

Cepat terkenal.

Cepat memiliki bisnis besar.

Tetapi pertumbuhan yang sehat biasanya membutuhkan waktu.

Pohon tidak tumbuh menjadi besar dalam satu malam.

Keahlian tidak terbentuk dalam satu hari.

Bisnis tidak selalu langsung menghasilkan.

Karakter tidak dibentuk dalam satu minggu.

Kekayaan yang sehat juga biasanya membutuhkan proses:

menghasilkan → mengelola → menyimpan → mengembangkan → mempertahankan → menggunakan dengan bijaksana.

Karena itu, jangan merusak sesuatu yang sedang bertumbuh hanya karena kamu tidak sabar melihat hasilnya.

6.12 Kekayaan Bukan Sekadar Mengumpulkan

Ada satu kesalahan lain yang perlu dihindari.

Pelipatgandaan bukan berarti:

"Saya harus memiliki sebanyak mungkin."

Tujuannya bukan akumulasi tanpa batas.

Tujuannya adalah penatalayanan yang efektif.

Apa yang bertumbuh kemudian dapat digunakan untuk:

memenuhi kebutuhan,

membangun,

menciptakan lapangan kerja,

membantu orang lain,

memberi,

mendukung tujuan yang baik,

dan menghasilkan dampak.

Dengan demikian, kekayaan yang bertumbuh tidak berhenti pada kepemilikan.

Ia bergerak menuju tujuan.

6.13 Pertanyaan yang Lebih Penting daripada "Berapa Banyak?"

Daripada terus bertanya:

"Berapa banyak uang yang bisa saya dapatkan?"

Kita dapat mulai bertanya:

"Berapa banyak nilai yang dapat saya ciptakan?"

"Berapa banyak orang yang dapat saya layani?"

"Berapa banyak kemampuan yang dapat saya kembangkan?"

"Seberapa baik saya dapat mengelola apa yang dipercayakan?"

"Bagaimana pertumbuhan ini dapat menjadi berkat bagi orang lain?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengubah orientasi kita.

Dari mengumpulkan menjadi mengembangkan.

Dari memiliki menjadi mengelola.

Dari mencari keuntungan semata menjadi menciptakan nilai.

6.14 Prinsip Utama Bab Ini

Tuhan tidak meminta kita memiliki apa yang tidak kita miliki.

Tetapi kita bertanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan kepada kita.

Karena itu:

Jangan kubur apa yang Tuhan berikan kepadamu.

Kembangkan kemampuanmu.

Asah keterampilanmu.

Gunakan waktumu dengan bijaksana.

Belajar mengelola uang.

Berani memulai dengan apa yang ada.

Bangun sesuatu yang bernilai.

Dan jangan membandingkan permulaanmu dengan hasil akhir orang lain.

Sebab mungkin sesuatu yang hari ini terlihat kecil di tanganmu adalah benih dari sesuatu yang jauh lebih besar.

REFLECTION — REFLEKSI

Apa "talenta" atau kemampuan yang Tuhan sudah percayakan kepadaku?

Apakah ada potensi dalam diriku yang selama ini aku kubur karena takut?

Apakah aku terlalu sering membandingkan diriku dengan orang lain?

Apa satu keterampilan yang perlu aku kembangkan tahun ini?

Bagaimana aku dapat menggunakan waktu, uang, dan kemampuan dengan lebih produktif?

Apa satu hal kecil yang dapat mulai aku kembangkan hari ini?

PRAYER — DOA

Tuhan,

Terima kasih untuk setiap talenta, kemampuan, kesempatan, waktu, dan sumber daya yang Engkau percayakan kepadaku.

Ampuni aku jika selama ini aku terlalu takut, terlalu malas, terlalu nyaman, atau terlalu sibuk membandingkan diriku dengan orang lain sehingga aku tidak mengembangkan apa yang telah Engkau berikan.

Berikan aku keberanian untuk mulai.

Berikan aku disiplin untuk terus belajar.

Berikan aku hikmat untuk mengelola.

Ajarlah aku untuk tidak mengubur potensi yang ada dalam diriku.

Bantu aku mengembangkan setiap kemampuan dengan sungguh-sungguh dan menggunakan semuanya untuk sesuatu yang bernilai.

Jangan biarkan aku hanya mengejar hasil.

Ajarlah aku menjadi penatalayan yang setia dalam prosesnya.

Dan ketika apa yang Engkau percayakan kepadaku bertumbuh, biarlah pertumbuhan itu tidak membuatku sombong, tetapi membuatku semakin sadar bahwa semuanya berasal dari-Mu.

Aku mau setia dengan apa yang ada di tanganku hari ini.

Dalam nama Yesus.

Amin.