Daftar IsiELIONA
··

Bagian II — MEMBANGUN KAPASITAS

Bab 5

MENGAPA TUHAN HARUS MEMBENTUK KITA TERLEBIH DAHULU?

Karakter yang Mampu Membawa Tanggung Jawab yang Lebih Besar

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”
Lukas 16:10

5.1 Tuhan Tidak Hanya Mempersiapkan Berkat

Ada hal yang sering kita doakan:

"Tuhan, berikan aku sesuatu yang besar."

Kita ingin bisnis yang besar.

Kita ingin penghasilan yang lebih besar.

Kita ingin kesempatan yang lebih besar.

Kita ingin pengaruh yang lebih besar.

Namun terkadang kita lupa menanyakan:

"Apakah aku sudah menjadi pribadi yang mampu membawa sesuatu yang besar?"

Sebab besarnya sesuatu yang kita terima tidak selalu menjadi masalah utama. Yang lebih penting adalah kapasitas pribadi yang menerimanya.

Sebuah tanggung jawab besar membutuhkan karakter yang kuat.

Sebuah bisnis besar membutuhkan disiplin.

Kekayaan yang besar membutuhkan pengelolaan.

Pengaruh yang besar membutuhkan kerendahan hati.

Dan kesempatan yang besar membutuhkan kesiapan.

Namun, ini bukan berarti setiap orang harus memiliki tingkat kekayaan yang sama.

Tidak semua orang memiliki kapasitas, kesempatan, keadaan, atau tanggung jawab yang sama. Apa yang dipercayakan kepada setiap orang dapat berbeda, demikian pula tanggung jawab penatalayanannya.

Pertanyaannya bukan hanya seberapa banyak yang ingin saya miliki, tetapi seberapa siap saya mengelola apa yang dipercayakan kepada saya.

Kita juga tidak selalu mengetahui mengapa Tuhan belum memberikan sesuatu yang kita minta. Ada kalanya proses menjadi ruang pembentukan, tetapi kita tidak boleh menyimpulkan bahwa setiap penundaan terjadi karena kita belum siap.

Kita dapat menggunakan masa tersebut untuk memeriksa hati, bertumbuh dalam hikmat, dan bertanggung jawab atas bagian yang memang dipercayakan kepada kita.

5.2 Tuhan Peduli pada Siapa Kita, Bukan Hanya Apa yang Kita Punya

Kita sering berfokus pada hasil eksternal:

berapa banyak uang,

seberapa besar bisnis,

seberapa tinggi posisi,

seberapa luas pengaruh.

Tetapi Tuhan juga bekerja pada sesuatu yang tidak selalu terlihat:

karakter,

integritas,

disiplin,

kerendahan hati,

pengendalian diri,

kesetiaan.

Mengapa?

Karena apa yang kita miliki dapat bertambah jauh lebih cepat daripada karakter kita jika kita tidak berhati-hati.

Dan ketika kapasitas eksternal lebih besar daripada kapasitas internal, sesuatu yang seharusnya menjadi berkat dapat berubah menjadi beban.

5.3 Proses Tidak Selalu Nyaman

Pertumbuhan hampir tidak pernah terasa nyaman.

Kita belajar melalui kegagalan.

Kita belajar melalui penolakan.

Kita belajar melalui penantian.

Kita belajar melalui kesalahan.

Kita belajar melalui tanggung jawab.

Kita belajar ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

Bahkan terkadang Tuhan mengizinkan kita melewati musim yang sangat tidak nyaman.

Namun kita perlu berhati-hati dengan satu hal:

Tidak setiap kesulitan berarti Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk menjadi kaya.

Alkitab tidak memberikan formula seperti itu.

Tetapi kita dapat mengatakan bahwa Tuhan sering menggunakan berbagai musim kehidupan untuk membentuk iman, karakter, hikmat, ketekunan, dan kedewasaan kita.

Dan semua kualitas tersebut sangat penting ketika kita menerima tanggung jawab yang lebih besar.

5.4 Emas Harus Dimurnikan

Emas adalah salah satu gambaran yang indah tentang proses.

Emas yang belum dimurnikan masih bercampur dengan berbagai unsur lain.

Untuk mendapatkan emas yang lebih murni, diperlukan proses pemurnian.

Alkitab menggunakan gambaran ini untuk berbicara tentang iman yang diuji.

“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api...”
1 Petrus 1:7

Perhatikan:

emas → api → pemurnian.

Demikian pula kehidupan kita.

Ada karakter yang tidak akan kita ketahui sebelum diuji.

Kesabaran tidak terlihat sampai kita harus menunggu.

Pengendalian diri tidak terlihat sampai kita memiliki kesempatan untuk berlebihan.

Integritas tidak diuji ketika semuanya mudah.

Kesetiaan tidak diuji ketika semuanya berjalan sesuai keinginan.

Karakter terlihat ketika kita berada di bawah tekanan.

5.5 Pohon Kurma dan Ketahanan

Pohon kurma juga sering digunakan sebagai gambaran ketahanan dalam kondisi yang keras.

Namun kita perlu membedakan antara ilustrasi dan ajaran langsung Alkitab.

Alkitab memang menggunakan pohon kurma sebagai gambaran pertumbuhan dan kehidupan orang benar:

“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma...”
Mazmur 92:13

Gambaran ini indah.

Pohon kurma dapat mengingatkan kita bahwa pertumbuhan tidak selalu terjadi dalam lingkungan yang mudah.

Ada kehidupan yang justru menjadi kuat karena akarnya berkembang.

Demikian pula dalam kehidupan rohani.

Musim sulit dapat mengajarkan kita untuk berakar lebih dalam kepada Tuhan.

Bukan berarti kita harus mencari penderitaan.

Tetapi ketika penderitaan datang, kita dapat belajar bertanya:

"Apa yang sedang Tuhan ajarkan kepadaku melalui musim ini?"

5.6 Perak dan Proses Pemurnian

Amsal memberikan gambaran lain:

“Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.”
Amsal 17:3

Perhatikan kata terakhir:

hati.

Pada akhirnya, Tuhan tidak hanya tertarik pada apa yang terlihat di luar.

Dia melihat hati.

Seseorang dapat terlihat sukses tetapi memiliki hati yang penuh kesombongan.

Seseorang dapat memiliki banyak uang tetapi tidak memiliki rasa cukup.

Seseorang dapat membangun bisnis besar tetapi kehilangan integritas.

Karena itu, pertumbuhan finansial tanpa pertumbuhan karakter bukanlah gambaran pertumbuhan yang lengkap.

5.7 Tuhan Tidak Ingin Kita Hanya Memiliki Lebih Banyak

Bayangkan seseorang yang mendapatkan kenaikan penghasilan tetapi tetap tidak mampu mengendalikan pengeluarannya.

Penghasilannya meningkat.

Tetapi masalahnya juga meningkat.

Atau seseorang yang mendapatkan bisnis besar tetapi tidak memiliki disiplin.

Pendapatannya bertambah.

Tetapi kekacauannya juga bertambah.

Atau seseorang yang memperoleh kekuasaan tetapi tidak memiliki kerendahan hati.

Pengaruhnya meningkat.

Tetapi kerusakan yang dapat ditimbulkannya juga meningkat.

Ini menunjukkan sebuah prinsip:

Lebih banyak sumber daya tidak otomatis berarti kehidupan yang lebih baik.

Kita membutuhkan kapasitas internal yang sebanding dengan tanggung jawab eksternal.

5.8 Setia dalam Perkara Kecil

Yesus berkata:

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”
Lukas 16:10

Ini adalah prinsip yang sangat penting untuk kehidupan finansial.

Bagaimana kita menggunakan uang yang sedikit?

Bagaimana kita mengatur waktu?

Bagaimana kita memenuhi janji?

Bagaimana kita mengurus pekerjaan?

Bagaimana kita memperlakukan orang lain ketika tidak ada yang melihat?

Bagaimana kita mengelola sesuatu yang bukan milik kita?

Hal-hal kecil membentuk kebiasaan.

Kebiasaan membentuk karakter.

Karakter memengaruhi bagaimana kita membawa tanggung jawab.

Karena itu, jangan menunggu sampai memiliki banyak untuk mulai belajar mengelola.

Belajarlah sekarang.

5.9 Disiplin Adalah Bagian dari Kesiapan

Kita tidak dapat berbicara tentang kekayaan tanpa berbicara tentang disiplin.

Disiplin berarti melakukan apa yang perlu dilakukan meskipun kita tidak selalu merasa ingin melakukannya.

Bangun dan bekerja.

Belajar.

Menyelesaikan tanggung jawab.

Mengendalikan pengeluaran.

Menabung.

Merencanakan.

Menepati komitmen.

Mengembangkan keterampilan.

Menghindari keputusan impulsif.

Disiplin bukan sesuatu yang spektakuler.

Tetapi justru hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membangun kehidupan yang kuat.

5.10 Periksa Bagian yang Menjadi Tanggung Jawab Kita

Kadang-kadang kita berkata:

"Tuhan belum memberkati saya."

Kita tidak selalu dapat mengetahui apakah suatu kesempatan yang belum datang berkaitan dengan persiapan kita, timing, keadaan, atau hal lain yang berada di luar kendali kita.

Yang dapat kita lakukan adalah memeriksa bagian yang memang menjadi tanggung jawab kita: apakah kita sedang belajar mengelola apa yang sudah dipercayakan dengan lebih baik?

Jika seseorang belum mampu mengelola €100 dengan bijaksana, menambahkan €10.000 tidak otomatis menyelesaikan masalah.

Jika seseorang tidak disiplin ketika memiliki sedikit waktu, lebih banyak waktu tidak otomatis membuatnya produktif.

Jika seseorang tidak mampu menjaga integritas dalam perkara kecil, posisi yang lebih besar tidak otomatis membuatnya lebih berintegritas.

Karena itu, sebelum meminta lebih banyak, kita perlu bertanya:

"Apakah aku sedang menjadi lebih siap?"

5.11 Proses Membentuk Kapasitas

Proses kehidupan dapat membentuk sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang:

kedewasaan.

Kita belajar menunggu.

Kita belajar bekerja.

Kita belajar gagal.

Kita belajar bangkit.

Kita belajar menerima koreksi.

Kita belajar mengendalikan diri.

Kita belajar bertanggung jawab.

Kita belajar bahwa tidak semua kesempatan harus diambil.

Kita belajar bahwa tidak semua keuntungan harus dikejar.

Kita belajar bahwa tidak semua pintu yang terbuka harus dimasuki.

Dan perlahan-lahan kita menjadi pribadi yang lebih matang.

Itulah salah satu bentuk kekayaan yang paling penting:

Menjadi pribadi yang memiliki kapasitas untuk membawa apa yang Tuhan percayakan tanpa kehilangan Tuhan dalam prosesnya.

5.12 Jangan Takut pada Proses

Jika saat ini kamu sedang berada dalam proses yang sulit, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa hidupmu sedang gagal.

Mungkin kamu sedang belajar.

Mungkin sedang dibentuk.

Mungkin sedang membangun sesuatu yang belum terlihat.

Mungkin sedang belajar mengelola hal-hal kecil.

Mungkin sedang membangun akar.

Tetapi jangan romantisasi penderitaan.

Kita tidak perlu mencari kesulitan demi merasa lebih rohani.

Yang perlu kita lakukan adalah tetap setia ketika proses itu datang.

Kerjakan bagianmu.

Belajar.

Berdoa.

Bertumbuh.

Perbaiki apa yang perlu diperbaiki.

Dan percayakan hasil akhirnya kepada Tuhan.

5.13 Prinsip Utama Bab Ini

Kekayaan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghasilkan uang.

Ia membutuhkan karakter.

Karena itu:

Tuhan tidak hanya dapat membentuk cara kita menerima tanggung jawab; Ia juga dapat membentuk karakter dan kapasitas kita untuk menjalankan apa yang dipercayakan.

Kita tidak tahu persis apa yang Tuhan akan percayakan kepada kita.

Tetapi kita dapat mempersiapkan diri dengan menjadi:

lebih bijaksana,

lebih disiplin,

lebih bertanggung jawab,

lebih tekun,

lebih rendah hati,

lebih berintegritas,

dan semakin berakar di dalam Tuhan.

Jangan hanya berdoa:

"Tuhan, berikan aku sesuatu yang besar."

Berdoalah juga:

"Tuhan, jadikan aku pribadi yang mampu membawa sesuatu yang besar tanpa kehilangan Engkau."

REFLECTION — REFLEKSI

Area karakter apa yang sedang Tuhan bentuk dalam hidupku?

Apakah aku sedang meminta sesuatu yang besar tetapi mengabaikan tanggung jawab kecil?

Bagaimana aku mengelola uang, waktu, dan kemampuan yang sudah dipercayakan kepadaku?

Apakah aku memiliki disiplin yang diperlukan untuk tanggung jawab yang lebih besar?

Apa yang telah aku pelajari dari musim kehidupan yang sulit?

Jika Tuhan belum memberikan sesuatu yang aku doakan, apakah mungkin ada kapasitas yang masih perlu aku bangun?

PRAYER — DOA

Tuhan,

Aku berterima kasih untuk setiap proses yang telah dan sedang Engkau izinkan dalam hidupku.

Ketika proses terasa berat, berikan aku kekuatan untuk tetap setia.

Bentuklah karakterku.

Ajarlah aku menjadi disiplin, bertanggung jawab, tekun, rendah hati, dan berintegritas.

Ajarlah aku untuk setia dalam perkara kecil sebelum aku meminta perkara yang besar.

Jika ada sesuatu dalam diriku yang perlu dimurnikan, berikan aku keberanian untuk membiarkan-Mu mengubahnya.

Jangan biarkan aku hanya mengejar apa yang dapat Engkau berikan kepadaku.

Biarlah aku terlebih dahulu menjadi pribadi yang mampu membawa apa yang Engkau percayakan kepadaku dengan benar.

Dan ketika suatu hari Engkau mempercayakan lebih banyak, biarlah aku tetap mengingat bahwa Engkaulah sumbernya.

Bentuklah aku sebelum Engkau memperbesar tanggung jawabku.

Dalam nama Yesus.

Amin.